Kemendikbudristek Dukung Belanja Produk Dalam Negeri Guna Digitalisasi Sekolah Rp3,7 Triliun


Kemendikbudristek Dukung Belanja Produk Dalam Negeri Guna Digitalisasi Sekolah Rp3,7 Triliun

“Jakarta, (Itjen Kemendikbudristek) - Guna mewujudkan infrastruktur sekolah dan sekolah masa depan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mempersiapkan digitalisasi sekolah melalui pengadaan produk Teknologi Informasi dan Teknologi (TIK). Pengadaan tersebut juga akan mendukung belanja Produk Dalam Negeri (PDN) yang sedang digalakkan pemerintah beberapa waktu belakangan ini.

“Pengadaan barang TIK untuk digitalisasi pendidikan ini mendukung produk dalam negeri (PDN) sehingga sejalan dengan program pemerintah agar kita menjadi penggerak kemajuan negeri kita sendiri,” jelas Kepala Biro Perencanaan Kemendikbudristek, M. Samsuri, di Jakarta, Jumat (30/7).

Untuk menyediakan produk tersebut, perlunya koordinasi dengan Kementerian Perindustrian. Hal ini akan memenuhi ketentuan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Seluruh pihak yang ikut berpartisipasi dalam pengadaan barang/jasa, akan terdaftar apabila mengikuti proses lelang serta menyediakan produk e-katalog sesuai standar Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Kemendikbudristek (APBN Pusat) senilai Rp1,3 triliun. Digunakan untuk kebutuhan 12.674 sekolah mulai dari SD, SMP, SMA, dan SLB, yaitu untuk pembelian 189.840 laptop, 12.674 access point, 12.674 konektor, 12.674 proyektor, dan 45 speaker. Dalam memilih merek produk, dilihat dari masing-masing kebutuhan yang merujuk pada e-katalog LKPP

Senilai Rp2,4 triliun dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik 2021. Digunakan untuk membiayai 16.713 sekolah berupa 284.147 laptop produksi dalam negeri dengan sertifikat TKDN serta peralatan pendukung seperti 17.510 wireless router, 10.799 proyektor dan layarnya, 10.799 konektor, 8.205 printer, dan 6.527 scanner. Anggaran tersebut berasal dari pemerintah pusat, lalu ditransfer ke pemerintah daerah yang telah diatur melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 5 tahun 2021.

Selain itu, Kemendikbudristek juga mendorong produksi laptop Merah Putih melalui konsorsium perguruan tinggi yaitu ITB, ITS, dan UGM. Konsorsium ini sudah menyiapkan peta jalan, desain produk, dan produksi laptop bersama dengan industri dimulai pada 2022. Kegiatan perakitan hingga pasca penjualan akan dilibatkan bagi pelajar SMK dan mahasiswa perguruan tinggi vokasi.

Sumber : kemendikbudristek(itjen.kemdikbud.go.id)