Integrasi Seluruh Informasi Pendidikan Tinggi Melalui PINDAI DIKTI


Integrasi Seluruh Informasi Pendidikan Tinggi Melalui PINDAI DIKTI

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menghadirkan aplikasi terbaru untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai profil dan mutu dari perguruan tinggi, serta untuk melakukan pengendalian mutu perguruan tinggi. Aplikasi ini dinamakan Papan Informasi dan Data Institusi Pendidikan Tinggi (PINDAI DIKTI), dan telah diluncurkan sejak awal Juni 2021.

PINDAI DIKTI merupakan Sistem informasi yang dibangun untuk memantau perkembangan pengelolaan dan kinerja perguruan tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan dalam pengendalian perguruan tinggi (PT). Pindai dikti menyajikan representasi data-data dari berbagai sistem layanan Ditjen Dikti. Pindai Dikti pada prinsipnya menyajikan profil dan kinerja perguruan tinggi yang digolongkan dalam 5 kelompok data yaitu data dasar PT, data pengelolaan PT, data mutu PT, data kinerja PT, serta data capaian 8 IKU untuk PTN yang selalu dimutakhirkan, demikian dilansir dari pernyataan Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti, Ridwan, pada peluncuran PINDAI DIKTI.

8 IKU ini juga digunakan untuk mengukur keberhasilan dari transformasi pendidikan tinggi di masing-masing perguruan tinggi. Data-data pada PINDAI DIKTI berasal dari berbagai sistem layanan Ditjen Dikti untuk memberikan gambaran informasi terkait kinerja Perguruan Tinggi di Indonesia.Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Nizam mengatakan PINDAI DIKTI ini dibuat untuk mendorong manajemen pendidikan tinggi yang lebih modern dengan membasiskan data menjadi informasi yang dikenal sebagai pangkalan data yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan bagi manajemen dan pengembangan mutu berkelanjutan. Singkatnya, kita tidak mungkin bisa melakuka peningkatan mutu tanpa melakukan pengukuran. PINDAI DIKTI menyatukan banyak data yang ada untuk disajikan menjadi informasi yang lebih mudah dibaca dan dipahami dalam bentuk numerik ataupun grafik sebagai papan informasi serta data institusi pendidikan tinggi.

PINDAI DIKTI dapat memperlihatkan profil sebuah perguruan tinggi dan posisi relatif institusinya terhadap perguruan tinggi lain, baik dalam kelompok perguruan tinggi berdasarkan bentuk pengelolaan maupun terhadap keseluruhan perguruan tinggi di Indonesia.

Data mutu prodi terdiri dari data akreditasi prodi dengan Peringkat Akreditasi Minimal C, data prodi terakreditasi internasional, data jumlah prodi kerja sama nasional dan internasional, data jumlah prodi yang memenuhi jumlah dosen tetap minimum 5 orang, serta data Jumlah prodi yang memenuhi rasio dosen terhadap mahasiswa.

Data Kinerja PT terdiri dari data dosen meneliti yang merupakan data jumlah dosen tetap yang memperoleh dana penelitian dengan sumber dana dari kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, data dosen publikasi yang merupakan data jumlah dosen tetap yang melakukan publikasi baik nasional maupun internasional, data pengabdian masyarakat yang merupakan data jumlah dosen tetap yang melaksanakan pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa, data aktivitas mahasiswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, dan data jumlah mahasiswa berprestasi, data jumlah lulusan PT/prodi setiap tahun, data lulusan bekerja dengan masa tunggu kurang dari 6 bulan, dan data kesesuaian bidang pekerjaan, serta data kerja sama industri untuk kegiatan pembelajaran seperti praktik magang, PKL, dan lain sebagainya.

Data pengelolaan PT yang terkait dengan SNDIKTI terdiri dari data jumlah dosen tetap baik yang NIDN atau NIDK, data tren jumlah mahasiswa aktif 3 tahun terakhir, data laporan akuntabilitas PT yang merupakan data laporan non-akademik, data luas lahan PT, data daya tampung mahasiswa baru, data ruang kuliah dan laboratorium, data statuta PT, dan data status pembinaan PT yang menerima sanksi.

Untuk membentuk sumber daya manusia yang berkompeten agar siap menghadapi Society 5.0, pemerintah melakukan berbagai upaya. Salah satunya membuat program Bangkit (Bangun Kualitas Manusia Indonesia) 2021 di bawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Dikti Kemendikbud).Bangkit 2021 adalah program pendidikan gratis yang ditujukan untuk mahasiswa yang ingin mempelajari dasar-dasar teknologi melalui tiga jalur pembelajaran, yakni Machine Learning, Mobile Development (Pemrograman Android), dan Cloud Computing. Program tersebut ditawarkan melalui Kampus Merdeka untuk memilih 3000 siswa yang memenuhi syarat dari seluruh Indonesia Diharapkan program Bangkit 2021 dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi bidang teknologi agar siap menghadapi Era Society 5.0.Seperti kata Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti, Aris Junaidi pada acara Sosialisasi Program Bangkit 2021 (9/1/2021), “Melalui program ini diharapkan dapat lahir talenta-talenta digital dan inkubator-inkubator inovasi di bidang teknologi informasi di perguruan tinggi.

Hadirnya PINDAI DIKTI menumbuhkan harapan positif untuk pencarian informasi mengenai perguruan tinggi di Indonesia. Masyarakat semakin dipermudah tidak hanya untuk mendapat informasi, namun sekalian mengukur hingga membandingkan mutu dan keunggulan masing-masing PT, yang mempermudah untuk memilih PT yang dituju. PINDAI DIKTI juga mempermudah head hunter atau pencari sumber daya manusia dari perusahaan untuk mengetahui histori perkuliahan calon SDM yang akan direkrutnya.

Sumber : kemendikbudristek(itjen.kemdikbud.go.id)